Mahasiswa Berprestasi UIN Saizu Raih Juara Harapan 2 Lomba Artikel Populer Jawa Tengah

Mahasiswa Berprestasi UIN Saizu Raih Juara Harapan 2 Lomba Artikel Populer Jawa Tengah

Purwokerto — Dua Mahasiswa Berprestasi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Zahwa Aprilita dan Najwa Addina, kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Bersama rekan satu timnya, Kholisoh Daimah, keduanya berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam Lomba Penulisan Artikel Populer se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kompetisi yang diikuti oleh 129 tim dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah tersebut berlangsung sejak 15 April hingga Mei 2026. Setelah melalui tahap seleksi karya, tim berhasil melaju ke babak final dan mempresentasikan hasil karyanya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.

Prestasi tersebut diraih melalui artikel berjudul “Potret Kampung Pengemis: Realita Kesenjangan Ekonomi di Tengah Kemegahan Purwokerto." Karya tersebut mengangkat realitas sosial masyarakat Kampung Sri Rahayu, Purwokerto, yang selama ini dikenal dengan stigma “Kampung Pengemis”. Melalui artikel tersebut, tim berupaya menunjukkan bahwa kemiskinan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan, lingkungan sosial, serta persoalan struktural yang saling berkaitan.

Sebagai Mahasiswa Berprestasi UIN Saizu, Zahwa dan Najwa melihat bahwa persoalan sosial di sekitar masyarakat dapat menjadi sumber gagasan yang bernilai sekaligus memberikan dampak nyata. Berangkat dari rasa penasaran terhadap stigma yang melekat pada Kampung Sri Rahayu, mereka bersama Kholisoh Daimah melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kehidupan masyarakat setempat.

“Kami ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik stigma tersebut. Setelah melakukan penelitian, kami menemukan bahwa persoalan kemiskinan di sana sangat kompleks dan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak,” ujar Zahwa.

Dalam proses penyusunan karya, masing-masing anggota tim memiliki peran penting. Zahwa dan Najwa berfokus pada pengembangan ide, pengumpulan data, analisis, serta penyusunan artikel, sementara Kholisoh Daimah turut berkontribusi dalam proses observasi lapangan, penggalian data, hingga penyempurnaan naskah. Kolaborasi yang terjalin selama proses penelitian menjadi salah satu kunci keberhasilan tim dalam menghasilkan karya yang kuat secara data maupun narasi.

Kholisoh mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah membagi waktu antara perkuliahan dan kegiatan penelitian. Selain itu, proses pengumpulan data juga tidak selalu berjalan mudah karena tidak semua warga bersedia menjadi narasumber.

“Tantangan terbesar kami adalah mengatur waktu karena jadwal kuliah masing-masing berbeda. Selain itu, tidak semua warga bersedia menjadi narasumber sehingga kami harus membangun komunikasi yang baik agar mendapatkan data yang valid,” ungkapnya.

Keunggulan karya ini terletak pada pendekatan lapangan yang digunakan. Tidak hanya menyajikan data dan analisis, artikel tersebut juga menghadirkan sisi kemanusiaan masyarakat melalui pendekatan human interest. Dengan demikian, pembaca diajak memahami realitas kehidupan warga Kampung Sri Rahayu secara lebih mendalam, bukan sekadar melihat stigma yang selama ini berkembang di masyarakat.

Keberhasilan tim juga tidak lepas dari bimbingan Prof. (HC) Dr. Dimas Indianto Sastronagoro yang mendampingi sejak tahap observasi, penyusunan artikel, hingga persiapan presentasi final. Arahan yang diberikan membantu tim mempertajam substansi tulisan sekaligus memperkuat sudut pandang yang digunakan dalam mengangkat isu sosial tersebut.

Saat diumumkan sebagai Juara Harapan 2, Zahwa dan Najwa mengaku bangga dan bersyukur dapat membawa nama baik UIN Saizu Purwokerto di tingkat Jawa Tengah. Menurut keduanya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi pengakuan atas kerja keras tim, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap isu sosial yang mereka angkat.

“Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap isu sosial yang kami angkat. Semoga karya ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk peduli terhadap persoalan kemiskinan yang masih terjadi di sekitar kita,” ujar Najwa.

Ke depan, tim berharap karya tersebut tidak berhenti pada ajang perlombaan semata, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi tulisan ilmiah maupun media edukasi sosial yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Melalui prestasi ini, Zahwa, Najwa, dan Kholisoh juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mengikuti berbagai kompetisi dan terus mengembangkan potensi diri. Mereka meyakini bahwa gagasan sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat berkembang menjadi karya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Jangan takut mencoba dan jangan merasa minder untuk ikut lomba. Semua prestasi berawal dari keberanian untuk memulai. Terus belajar, terus berkarya, dan jangan mudah menyerah,” pesan mereka.

Prestasi yang diraih ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya mampu berkompetisi di tingkat regional, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang peka terhadap persoalan sosial serta memberikan kontribusi nyata melalui gagasan dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prestasi Lainnya

Lihat Semua